Contoh Karangan Fiksi dan Nonfiksi yang Dipengaruhi Subjektivitas - Blog Akbar

Widget HTML Atas

Contoh Karangan Fiksi dan Nonfiksi yang Dipengaruhi Subjektivitas

Keberadaan COVID-19 sangatlah meresahkan kita sebagai umat manusia, tidak hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia. Salah satu dampak yang terkena oleh COVID-19 adalah tempat pembelajaran seperti sekolah yang operasinya diberhentikan.

Sumber : kelaspintar.id
Berbicara tentang sekolah yang pasti tidak jauh dari kata edukasi, sekarang saya ingin menjelaskan tentang apa itu fiksi dan non fiksi. Topik ini masih banyak sekali anak-anak atau bahkan para remaja pun masih bingung tentang perbedaanya.

Fiksi menurut Wikipedia adalah cerita atau latar yang berasal dari imajinasi. Karya fiksi yang berarti merupakan hasil dari imajinasi yang kreatif, bisa dalam bentuk cerita seperti dongeng.

Sedangkan non fiksi berarti sebaliknya yaitu suatu yang didapat dari kisah nyata, seperti dokumenter tentang suatu tokoh.

Selanjutnya, kita bahas tentang karangan fiksi dan nonfiksi

Karangan Fiksi
Karangan Fiksi adalah karangan yang isinya kisah-kisah atau cerita yang dibuat dengan dasar khayalan atau imajinasi dari pengarang. Fiksi dalam bentuk lain bisa diibaratkan sebagai novel dan atau cerita pendek.

Selain fiksi cerita ada juga fiksi ilmiah atau fiksi ilmu pengetahuan yaitu fiksi yang ditulis berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, dan atau spekulasi ilmiah.

Karangan fiksi ditulis untuk berusaha menghidupkan perasaan yang menggugah emosi si pembaca. Itulah mengapa tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektifitas dari pengarang.

Bahasa tulisan fiksi selain denoktatif tetapi juga konotatif dan asosiatif yaitu makna yang tidak sebenar-benarnya. Selain itu juga ada yang bermakna ekspresif yaitu membayangkan suasa pribadi dari pengarang. Bahasanya juga sugestif berarti memiliki sifat untuk mempengaruhi pembaca.

Contoh Cerita / Karangan Fiksi
Saat itu merupakan hari yang paling memalukan dalam hidupku. Bagaimana tidak, aku harus berdiri di depan kelas selama 1 jam pelajaran karena tidak mengerjakan PR pelajaran kimia. Aku merasa sangat malu, karena sebelumnya aku selalu rajin mengerjakan PR. Selain itu, aku merasa malu karena aku adalah ketua kelas. Seharusnya aku memberi contoh yang baik pada teman-temanku.

Setelah kejadian itu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak pernah lagi berbuat kesalahan. Aku harus selalu mengerjakan tugas dan PR dari Guru. Meski sudah berlalu beberapa pekan yang lalu, kejadian itu masih terus terngiang di ingatanku. Padahal mungkin teman-teman dan Guruku sudah melupakan kejadian itu.

Karangan Nonfiksi
Karangan nonfiksi, sekali lagi memiliki bersifat sebaliknya yaitu karangan yang dibuat dengan dasar kenyataan, fakta, realita, dan suatu hal yang benar-benar terjadi. Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah seperti skripsi, artikel, tesis, makalah, laporan, dan sebagainya.

Karangan nonfiksi berusaha untuk mencapai objektifitas yang tinggi, berusaha menarik, dan menggugah pikiran pembaca.

Bahasanya bersifat denotative dan menunjukan pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.

Contoh Cerita / Karangan Nonfiksi
Jatuhnya Soeharto dari kursi kepresidenan pada Mei 1998 benar-benar mengejutkan semua pihak. Pengunduran diri Soeharto dari kursi kepresidenan adalah karena beberapa faktor.

Pertama, memburuknya situasi ekonomi saat itu. Berdasarkan analisis Hall Hill, terjadinya krisis moneter telah berkembang menjadi krisis ekonomi sejak Juli 1997 adalah masalah utama yang menyebabkan jatuhnya Soeharto.

Krisis, yang awalnya terpengaruh oleh krisis ekonomi di Thailand, yang kemudian membuat para investor takut untuk melakukan bisnis, tidak hanya di Thailand, tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara.
Sumber : www.edin08.com

Demikian sudah isi dari artikel ini, buat yang sebelumnya nggak ngerti semoga sekarang udah ngerti ya. Semoga bermanfaat

No comments for "Contoh Karangan Fiksi dan Nonfiksi yang Dipengaruhi Subjektivitas"

Berlangganan via Email